Beranda / Tak Berkategori / Miliarder China Diduga Memiliki Lebih dari 100 Anak di AS

Miliarder China Diduga Memiliki Lebih dari 100 Anak di AS

EIJING / LOS ANGELES – Sebuah kisah yang mengejutkan dunia sosial media dan media internasional akhir-akhir ini menjadi sorotan luas: seorang miliarder China Xu Bo. Pendiri perusahaan game online Duoyi Network, di duga telah menjadi ayah bagi lebih dari 100 anak yang lahir di Amerika Serikat melalui ibu pengganti (surrogacy). Kasus ini mencuat ke permukaan setelah laporan Wall Street Journal (WSJ) dan pernyataan di media sosial yang di pantau oleh banyak outlet berita global.

Siapa Xu Bo Dan Apa yang Diduga Terjadi?

Xu Bo adalah seorang pengusaha teknologi berusia 48 tahun yang di kenal sebagai pendiri perusahaan game “Duoyi,” yang memproduksi berbagai permainan populer di China. Belakangan ini, Xu Bo menjadi pusat perhatian internasional karena aktivitasnya yang tidak biasa: menurut laporan media dan pernyataan dari berbagai sumber. Ia telah menggunakan layanan surrogacy di Amerika Serikat untuk memiliki sejumlah besar anak yang lahir di sana.

Beberapa hal yang di laporkan antara lain:

  • Jumlah anak: Xu Bo dan akun media sosial yang terkait dengannya menyatakan bahwa ia memiliki “lebih dari 100 anak” melalui surrogate di AS.

  • Tujuan yang diklaim: Di katakan bahwa ia menyebut dirinya “ayah pertama China” dan memiliki cita-cita besar terkait dengan menciptakan suatu “dinasti keluarga” yang luas. Bahkan ia berharap anak-anaknya suatu hari menikah dengan generasi keluarga Elon Musk.

  • Kontroversi angka sebenarnya: Mantan pasangan Xu, Tang Jing, pernah menuduh angka anak yang di miliki Xu mungkin mencapai 300 orang di seluruh dunia. Meskipun angka ini di bantah dan di anggap berlebihan oleh sejumlah pihak.

  • Status hukum: Pengajuan Xu untuk mendapatkan hak orang tua di pengadilan keluarga California di tolak. Dan sejumlah anak yang dilahirkan melalui surrogate menghadapi ketidakpastian status hukum.

Detail Hukum Dan Kontroversi Surrogacy

Surrogacy di Amerika Serikat diatur berbeda antarnegara bagian, dan secara umum tidak ada batasan jumlah anak yang dapat dilahirkan melalui surrogate bagi satu individu. Namun, sejumlah masalah hukum muncul seiring tindakan Xu Bo:

  • Penolakan pengakuan hak orang tua: Sebuah pengadilan keluarga di California menolak permohonan Xu untuk pengakuan atas hak orang tua untuk sejumlah anak. Sebuah keputusan yang mencerminkan kekhawatiran hakim bahwa rencananya tidak mencerminkan hubungan orang tua-anak tradisional.

  • Legalitas di negara asal: Di China sendiri, surrogacy komersial dilarang, sehingga para warga. China yang ingin menggunakan layanan ini harus melakukannya melalui sistem luar negeri seperti di AS.

Respons Dan Bantahan Pihak Yang Terlibat

Perusahaan Duoyi Network selaku tempat Xu Bo beraktivitas menyatakan bahwa beberapa informasi yang beredar. Di media luar negeri tidak akurat dan berasal dari “sumber anonim yang tidak diverifikasi.” Mereka mengatakan bahwa jumlah sebenarnya hanyalah “sedikit lebih dari 100”, bukan angka yang jauh melebihi itu.

Selain itu, dukungan untuk Xu atau penjelasan hukum dari pengadilan tidak transparan secara publik. Sehingga banyak rincian penting dari kasus ini tetap berada di balik proses hukum tertutup.

Reaksi Publik Dan Isu Etis

Berita ini memicu debat luas di berbagai lapisan masyarakat terutama di internet. Beberapa komentar publik menyuarakan kekhawatiran tentang:

  • Aspek etika dan hak anak: Banyak yang mempertanyakan apakah praktik menghasilkan sejumlah besar anak semata untuk keuntungan strategis dan jaringan kekuasaan adalah tindakan yang etis.

  • Perlindungan anak dan kesejahteraan: Diskusi muncul soal apakah anak-anak tersebut mendapatkan perhatian perkembangan yang layak. Terutama jika mereka dibesarkan oleh nanny atau dalam struktur keluarga tidak konvensional.

  • Implikasi bagi sistem imigrasi dan hukum kewarganegaraan AS: Karena anak-anak yang lahir di AS otomatis mendapatkan kewarganegaraan AS berdasarkan Amandemen ke-14 Konstitusi AS. Ada diskusi yang berkembang tentang bagaimana hal ini bisa dimanfaatkan secara strategis oleh orang kaya dari luar negeri.

Apa Artinya Bagi Surrogacy Global?

Kisah Xu Bo bukan sekadar tenar karena angka yang mencengangkan. Tapi juga membuka mata banyak pihak tentang bagaimana surrogacy internasional dapat di manfaatkan oleh individu berduit. Untuk membentuk keluarga di luar batasan tradisional dan hukum domestik negara asal mereka. Kasus ini membuat beberapa pihak menyerukan reformasi hukum dan pengawasan yang lebih ketat terhadap industri surrogacy lintas negara.

Kesimpulan

Kasus miliarder China Xu Bo ini memadukan tema kekayaan ekstrem, hukum internasional, kebijakan surrogacy, dan etika sosial yang rumit. Meskipun jumlah pastinya masih di perdebatkan apakah lebih dari 100 atau bahkan mencapai 300. Satu hal yang jelas adalah kasus ini memicu perbincangan global tentang batasan moral dan hukum dalam penggunaan layanan reproduksi berbayar di luar negeri.

FAQ

1. Benarkah miliarder china tersebut memiliki lebih dari 100 anak di AS?
Laporan media dan pernyataan terkait menunjukkan bahwa Xu Bo menggunakan surrogate di AS untuk memiliki lebih dari 100 anak. Meskipun angka pastinya masih di perdebatkan oleh pihak yang berbeda.

2. Apa motivasi Xu Bo melakukan ini?
Menurut postingan media sosial yang di pantau oleh media besar. Ia mengklaim ingin menciptakan keluarga besar berkebangsaan AS dan bahkan berharap hubungan pernikahan strategis di masa depan. Meskipun hal ini di pandang kontroversial dan simbolik.

3. Apakah hal ini legal?
Surrogacy secara hukum di izinkan di sebagian besar negara bagian AS, namun penggunaan surrogacy lintas negara tanpa hadir secara pribadi dan dalam jumlah besar merupakan area abu-abu hukum yang memicu kritik dan penolakan hak orang tua di pengadilan.

4. Apa reaksi masyarakat terhadap kasus ini?
Publik menanggapi kontroversi ini dengan beragam respons, dari kritikan keras terhadap aspek etika hingga diskusi tentang pengawasan hukum yang di perlukan untuk mengatur praktik serupa di masa depan.

5. Bagaimana dengan anak-anak tersebut?
Banyak anak yang di lahirkan melalui surrogate tersebut diasuh oleh nanny atau di tempat tinggal di AS menunggu proses dokumentasi dan status hukum mereka, mengundang kekhawatiran tentang kesejahteraan jangka panjang mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *