Beranda / Tak Berkategori / Mayat Tanpa Kepala Di Ciracap: Warga “Menangkap Ikan Pemakan Mayat” Di Sungai

Mayat Tanpa Kepala Di Ciracap: Warga “Menangkap Ikan Pemakan Mayat” Di Sungai

Kejadian mengejutkan terjadi di Kampung Cikeresek, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Pada malam Kamis, 8 Januari 2026, dua warga yang sedang mencari ikan di aliran sungai kecil yang mengarah ke Sungai Curug Darismin di buat terkejut oleh penemuan sesosok mayat tanpa kepala dan dalam kondisi sangat rusak. Temuan ini langsung mengguncang ketentraman warga setempat dan memicu penyelidikan polisi.

Kapak Cerita: Awal Ditemukan Mayat Menggegerkan

Pada malam itu, Ikoh Nuryadi (53) dan Saepul Rohman (43) tengah melakukan aktivitas ngobor — sebuah cara tradisional mencari ikan, belut, dan kepiting dengan menggunakan sinar lampu di sungai saat air sedang surut. Mereka memilih spot baru di aliran sungai sempit yang masih mengarah ke Curug Darismin.

Awalnya, keduanya terpukau karena banyak ikan dan kepiting hitam terlihat. Namun di sekitar pukul 21:00 WIB, keduanya melihat sesuatu yang aneh di depan — sebuah bangkai besar yang semula mereka kira hewan ternak atau binatang besar. Setelah didekati, mereka terkejut karena itu bukan hewan, tetapi mayat manusia yang sudah membusuk dan tidak lagi memiliki kepala.

Panik, kedua saksi segera menghentikan aktivitas mereka, bahkan membuang hasil tangkapan ikan, lalu kembali ke permukiman untuk memberi tahu warga lain dan aparat desa.

Respon Warga Dan Aparat Temukan Mayat

Warga di Kampung Cikeresek langsung berkumpul saat laporan penemuan mayat tersebar. Situasi yang sebelumnya tenang berubah menjadi mencekam — sungai kecil yang selama ini menjadi tempat mencari ikan kini di pandang dengan rasa khawatir. Beberapa warga mengaku trauma melihat kondisi jenazah yang sudah rusak parah.

Tak lama setelah itu, laporan diteruskan ke pihak Polsek Ciracap. Petugas tiba di lokasi dan segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta bekerja sama dengan tim medis Puskesmas setempat untuk pemeriksaan awal.

Proses Penyelidikan Yang Berlanjut

Kondisi Jenazah

Polisi menyatakan kondisi jenazah sangat rusak sehingga proses identifikasi menjadi sangat sulit. Diduga mayat ini telah berada di dalam air antara 5 hingga 10 hari, membuat jaringan tubuh terkelupas dan menghambat pengenalan terhadap identitas maupun jenis kelamin secara kasat mata.

Jenazah kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Setukpa, Kota Sukabumi untuk di lakukan autopsi forensik demi mengetahui penyebab kematian dan kemungkinan adanya tindak kriminal. Autopsi di jadwalkan berlangsung akhir pekan tersebut.

Pencarian Mayat Tanpa Kepala Yang Belum Ditemukan

Salah satu aspek yang membuat kasus ini semakin misterius adalah bagian kepala korban yang belum di temukan. Aparat Polsek bersama warga setempat menyisir aliran sungai dan area sekitar lokasi penemuan untuk mencari potongan kepala yang hilang, namun sampai laporan terakhir belum membuahkan hasil.

Polisi meminta agar warga yang merasa kehilangan anggota keluarga pada rentang waktu satu hingga dua minggu terakhir segera melapor ke Mapolsek Ciracap untuk pencocokan data dan membantu proses identifikasi.

Kesimpulan

Kasus penemuan mayat tanpa kepala di Ciracap merupakan peristiwa yang mengejutkan dan menyisakan banyak tanda tanya:

  • Dua warga menemukan jenazah dalam kondisi rusak parah saat mencari ikan di sungai kecil di Kampung Cikeresek.

  • Mayat tersebut tidak memiliki kepala, memicu pencarian bagian tubuh yang hilang.

  • Penyidik masih kesulitan melakukan identifikasi karena kondisi tubuh yang membusuk.

  • Proses penyelidikan, termasuk autopsi dan penyisiran lokasi, masih berlangsung.

Kasus ini masih dalam penanganan pihak berwajib dan belum dapat di simpulkan apakah ini akibat kecelakaan, tindak pidana, atau sebab lain hingga hasil pemeriksaan forensik keluar.

FAQ — Pertanyaan yang Sering Muncul

1. Apa benar warga menangkap ikan yang “memakan mayat”?
Tidak secara harfiah. Warga awalnya sedang mencari ikan malam hari (ngobor) saat menemukan mayat. Tidak ada laporan bahwa ikan tersebut benar-benar memakan mayat. Istilah itu muncul dari sensasi cerita saksi saat menemukan mayat di area pencarian ikan.

2. Apakah identitas korban sudah diketahui?
Belum. Kondisi jenazah yang rusak parah membuat identifikasi masih sulit dan belum ada konfirmasi resmi mengenai identitas korban.

3. Apa kemungkinan penyebab kematian?
Polisi menduga ada indikasi tidak wajar dan kemungkinan tindak pidana, tetapi penyebab pastinya masih menunggu hasil autopsi forensik.

4. Apakah kepala korban sudah ditemukan?
Hingga laporan terakhir, kepala korban belum di temukan. Aparat dan warga masih menyisir aliran sungai untuk mencarinya.

5. Bagaimana masyarakat lokal menanggapi kejadian ini?
Warga setempat merasa gempar dan terguncang, terutama karena di temukannya mayat dalam kondisi yang mengerikan di lokasi yang biasa mereka gunakan untuk mencari ikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *