Pada Desember 2025, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy secara resmi memaparkan kerangka 20 poin proposal damai yang di kembangkan bersama Amerika Serikat dan sekutu Eropa, kemudian di serahkan kepada Moskow untuk di tanggapi. Rencana ini muncul setelah beberapa bulan pembicaraan intensif antara Ukraina, AS, dan perwakilan internasional lainnya.
Proposal ini di maksudkan sebagai dokumen fundamental untuk menetapkan kerangka penyelesaian konflik berkepanjangan antara Ukraina dan Rusia, yang sudah berlangsung hampir empat tahun. Meski rincian lengkap teks belum dipublikasikan secara resmi, media internasional telah merangkum banyak poin yang menjadi inti dari rencana tersebut.
Berikut ringkasan inti dari 20 poin proposal damai yang di rilis oleh Ukraina:
1–5: Kedaulatan dan Keamanan
-
Konfirmasi kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina.
-
Perjanjian non-agresi antara Ukraina dan Rusia dengan mekanisme monitoring di garis kontak.
-
Jaminan keamanan yang kuat bagi Ukraina dari AS, NATO, dan Eropa, mirip dengan Pasal 5 NATO (serangan terhadap Ukraina akan di tanggapi bersama).
-
Ukuran dan struktur Angkatan Bersenjata Ukraina di tetapkan (misalnya 800.000 personel di masa damai).
-
Penegasan non-agresi Rusia terhadap Ukraina dan Eropa dalam hukum domestik Rusia.
6–10: Integrasi Eropa dan Bantuan Pembangunan
-
Ukraina di arahkan untuk menuju keanggotaan UE di masa depan dengan tanggal target aksesi.
-
Paket investasi global untuk pembangunan pascakonflik.
-
Dana dan mekanisme pemulihan ekonomi di bentuk untuk rekonstruksi.
-
Inisiatif lintas negara untuk kerjasama teknis dan ekonomi.
-
Kemajuan hubungan bilateral di dorong dengan negara-negara Eropa.
11–15: Langkah Menyelesaikan Konflik
-
Zona demiliterisasi di wilayah konflik seperti Donetsk, Luhansk, Kherson, dan lainnya.
-
Penarikan sebagian besar pasukan di titik tertentu sebagai langkah awal.
-
Pembentukan badan bersama pengawasan perdamaian.
-
Perjanjian pengelolaan fasilitas penting seperti PLTN Zaporizhzhia di bawah pengawasan internasional.
-
Pilkada Ukraina di adakan sesegera mungkin setelah kesepakatan damai.
16–20: Mekanisme Implementasi
-
Badan keamanan bersama terdiri dari AS, Eropa, Ukraina, dan Rusia.
-
Perluasan perjanjian pengendalian senjata dan nuklir.
-
Ukraina tetap menjadi negara non-nuklir sesuai NPT.
-
Zaporizhzhia dioperasikan secara bilateral/IAEA dengan pembagian keuntungan listrik.
-
Komitmen hukum terhadap mekanisme pemantauan dan penalti jika perjanjian di langgar.
Tujuan Utama Proposal Ukraina
Proposal ini memadukan elemen politik, militer, hukum, dan ekonomi agar:
-
Memastikan keamanan jangka panjang Ukraina, tanpa kehilangan kedaulatan.
-
Mengakhiri perang melalui politik di banding militèr, dengan meminimalkan risiko pembalikan konflik di masa depan.
-
Membangun kerangka reintegrasi ke Eropa bagi Ukraina.
-
Memberikan jaminan internasional yang kredibel melalui negara-negara kuat seperti AS.
Reaksi Rusia Atas Proposal Ukraina: Setuju atau Tidak
Meskipun proposal ini sudah di serahkan ke Moskow, posisi Rusia sejauh ini belum memberikan restu penuh:
Sinyal Penolakan atau Ketidaksetujuan
-
Rusia belum menyatakan persetujuan final terhadap paket 20 poin tersebut.
-
Sejumlah komentator Kremlin menunjukkan bahwa rencana yang tidak memasukkan tuntutan teritorial Rusia (misalnya pengakuan aneksasi) kemungkinan tidak dapat di terima.
-
Moskow di kabarkan tetap menginginkan penyesuaian yang lebih menguntungkan posisi mereka dalam negosiasi.
Kesepakatan Tertentu Namun Belum Komprehensif
-
Dalam beberapa versi perundingan sebelumnya, Rusia menunjukkan minat untuk berdialog tapi menolak poin-poin yang terlalu berat sebelah.
-
Permintaan Rusia biasanya mencakup pengakuan kontrol atas wilayah yang telah di kuasainya, sesuatu yang di tolak Ukraina.
Kesimpulannya: Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi bahwa Rusia setuju dengan proposal 20 poin Ukraina secara penuh. Banyak poin – terutama yang menyangkut kedaulatan wilayah dan jaminan keamanan – masih menjadi batu sandungan dalam negosiasi.
Pandangan Internasional Proposal Ukraina
-
AS dan Eropa terlibat aktif dalam merumuskan poin-poin yang lebih seimbang setelah kritik terhadap rencana awal yang lebih panjang dan kontroversial.
-
Banyak pihak internasional mengharapkan rencana yang dapat di terima kedua belah pihak agar tercapai gencatan senjata dan perdamaian berkelanjutan.
Kesimpulan Akhir
Proposal damai Ukraina mewakili upaya serius untuk mengakhiri konflik yang kompleks dan berdarah dengan Rusia. Rencana ini menekankan kedaulatan Ukraina, jaminan keamanan internasional, serta integrasi Eropa sebagai inti dari penyelesaian damai. Walaupun telah di rumuskan bersama AS dan Eropa, persetujuan Rusia terhadap rencana tersebut masih belum jelas dan kemungkinan masih akan menjadi tantangan besar dalam negosiasi. Jika Kremlin menolak atau menuntut perubahan signifikan, maka upaya diplomatik bisa berlanjut atau bahkan kembali ke titik awal dialog yang rumit.
FAQ
1. Apa itu proposal 20 poin Ukraina?
Ini adalah rencana perdamaian yang di rumuskan dengan dukungan Amerika Serikat dan sekutu Eropa untuk menyelesaikan perang dengan Rusia melalui perjanjian damai yang komprehensif.
2. Apakah Rusia sudah setuju dengan rencana ini?
Belum secara resmi. Reaksi awal menunjukkan Rusia belum menerima seluruh poin, terutama yang menentang tuntutannya atas wilayah yang di kuasai.
3. Apakah rencana ini termasuk jaminan keamanan?
Ya — salah satu inti rencana adalah memberikan jaminan keamanan yang serupa Pasal 5 NATO bagi Ukraina melalui keterlibatan Amerika dan Eropa.
4. Apakah proposal ini membahas wilayah yang di sengketakan?
Di sebutkan zona demiliterisasi dan mekanisme negosiasi lanjut tentang status wilayah, namun Rusia menuntut pengakuan atas beberapa wilayah sebagai syarat damai.
5. Kapan keputusan final akan di ketahui?
Belum ada tanggal pasti; respons Rusia diharapkan akan menentukan langkah berikutnya dalam negosiasi.





